Faktor Apa yang Memengaruhi Besaran Premi Asuransi Jiwa?

0

Premi dilansir dari artikel Bukalapak ialah iuran yang harus dibayarkan oleh nasabah kepada perusahaan asuransi sebagai tanda bahwa dirinya merupakan peserta aktif yang mengikuti program asuransi. Pada umumnya, perusahaan asuransi di Indonesia menetapkan skema premi asuransi jiwa regular link, yakni metode bayar iuran secara reguler selama masa kepesertaan. Meski demikian, ada juga perusahaan yang menawarkan skema premi tunggal dan terbatas untuk setiap peserta. Lalu, faktor apa sajakah yang sekiranya mempengaruhi besaran premi asuransi jiwa seseorang?

 

Dilansir dari laman Investopedia, berikut adalah jawabannya:

  • Usia tertanggung. Faktor pertama yang menentukan besaran premi asuransi jiwa adalah usia tertanggung atau nasabah pemilik polis. Alasannya lantaran tertanggung memiliki kontrak kerja sama yang panjang dengan perusahaan asuransi untuk ‘membayar’ nilai uang pertanggungan yang akan ia dapatkan kelak. Untuk itulah, iuran berkala—baik bulanan, tiga bulanan, enam bulanan, atau tahunan—miliknya akan lebih kecil apabila dimulai dari usia yang muda.
  • Kebiasaan merokok. Faktor kedua ialah kebiasaan merokok. Anda tentu tahu bahwa merokok tidak punya dampak positif apa-apa untuk tubuh Anda. Sebaliknya, aktivitas ini justru memicu berbagai macam penyakit bahaya atau kritis. Itulah mengapa orang-orang yang memiliki kebiasaan merokok cenderung akan mendapat nilai premi yang lebih tinggi dibanding orang yang tidak pernah merokok.
  • Riwayat kesehatan. Faktor selanjutnya adalah riwayat kesehatan, yang akan diperiksa sebelum nasabah menandatangani kontrak kerja sama pertanggungan atau polis. Umumnya, pemeriksaan riwayat kesehatan akan mencakup tinggi dan berat badan, tekanan darah, kolesterol, sampai pemeriksaan EKG (untuk jantung). Hasil pemeriksaan inilah yang nantinya akan memengaruhi besaran premi asuransi jiwa nasabah.
  • Gaya hidup. Faktor penting berikutnya adalah gaya hidup. Calon nasabah asuransi yang memiliki hobi ekstrem (seperti mendaki gunung, balap, menyelam, dan lain sebagainya) tentu punya risiko berbeda dengan orang yang memiliki hobi bercocok tanam atau olahraga sederhana (semacam renang, bulu tangkis, dan lainnya). Tak heran bila orang dengan gaya hidup hobi ekstrem secara umum akan dikenakan besaran premi yang lebih tinggi. Sebab, kelompok orang ini punya risiko cedera atau musibah yang lebih tinggi juga.

 

Di luar keempat faktor di atas, beberapa perusahaan asuransi juga menghitung jenis kelamin, pekerjaan, masa pertanggungan, jumlah uang pertanggungan, hingga riwayat kesehatan keluarga sebagai faktor-faktor yang menentukan besaran nilai premi seorang nasabah. Semoga informasi dalam artikel ini bermanfaat!

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.